Beritamalang.media – Hampir setahun sejak jasad seorang mahasiswa program doktor S3 Universitas Brawijaya ditemukan di Kali Clumprit, misteri kematiannya belum juga terungkap. Satreskrim Polres Batu kini menambah jumlah saksi yang diperiksa, dan menemukan sejumlah barang elektronik saat menguras area di sekitar lokasi ditemukannya motor korban.
Korban berinisial K, 26 tahun, warga Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Jasadnya pertama kali ditemukan pada Kamis, 20 November 2025 sekitar pukul 12.18 WIB oleh dua pemuda yang hendak memancing di tepian Kali Clumprit, Kelurahan Temas.
Hingga saat ini polisi telah memeriksa 49 saksi. Jumlah itu bertambah dari sebelumnya 46 orang. Selain itu penyidik juga melakukan pemeriksaan ulang kepada sejumlah saksi untuk mencocokkan keterangan dengan temuan di lapangan, hasil autopsi, dan barang bukti yang sudah dikumpulkan.
Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin, SH, mengatakan salah satu upaya terbaru adalah menguras lokasi di sekitar tempat ditemukannya kendaraan milik korban.
“Kami terus berupaya mencari barang bukti milik korban yang belum sempat ditemukan. Dengan cara menguras lokasi di sekitar penemuan motor korban, ada beberapa barang yang ditemukan, namun harus diklarifikasi kepada orang-orang terdekat korban terkait barang tersebut,” ujar Zaenal pada Minggu (13/9/2026).
Menurutnya, beberapa barang yang ditemukan diduga berkaitan dengan korban. Namun kepolisian belum merinci jenisnya karena masih perlu diklarifikasi lebih dulu.
Masih kata Zaenal Arifin, penyelidikan belum berhenti. Polisi masih merangkai seluruh temuan agar mendapatkan gambaran utuh peristiwa tersebut.
“Penyelidikan pastinya akan tetap dilanjutkan hingga persoalan ini menemukan titik terang dan jelas dan akan disampaikan ke publik,” tegasnya.
Proses evakuasi sulit
Lurah Temas, Adi Santoso, menerima laporan warga melalui telepon terkait penemuan mayat di Sungai Clumprit. Laporan itu kemudian diteruskan ke Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan aparat penegak hukum.
Tim gabungan dari Inafis Polres Batu, SPKT, Tagana, PMI, Linmas, FPRB, KIM, dan relawan diterjunkan untuk evakuasi. Medan menuju lokasi cukup berat karena harus melewati aliran sungai, bebatuan, dan tebing. Beberapa personel bahkan sempat terperosok.
Dari kondisi jasad saat ditemukan, tim memperkirakan korban telah meninggal sekitar tiga hingga empat hari sebelumnya. Saat dievakuasi korban masih mengenakan pakaian lengkap.
Penyebab pasti kematian K hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan pendalaman penyelidikan polisi.
Dengan bertambahnya jumlah saksi menjadi 49 orang dan ditemukannya barang bukti baru, polisi kini fokus menjawab satu pertanyaan utama, apa yang sebenarnya terjadi pada K sebelum ditemukan meninggal di Kali Clumprit. (*)





