
BERITAMALANG.MEDIA-Kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi patut dijalankan mengingat negara Indonesia berada di kawasan yang berpotensi terjadi berbagai bencana.
Ada total 20 gempa bumi terjadi di Jawa Timur dan sekitarnya pada periode 18 – 24 Februari 2022 dengan Magnitudo terbesar 4.5 SR dan magnitudo terkecil 1.3 SR. Demikian paparan laporan mingguan dari BMKG Stasiun Geofisika Karangkates Malang yang dirilis Jumat (24/2/2022).
“Kondisi kegempaan daerah Jawa Timur
periode 18-24 Februari 2022
hasil analisa Stasiun Geofisika Malang tercatat 20 (dua puluh) kejadian gempa bumi,” tandas Kepala BMKG Stasiun Geofisika Karangkates Malang Ma’muri, Jum’at (24/2/2022).
Berdasarkan kedalaman pusat gempa bumi, 19 (Sembilan belas) kejadian
gempa bumi merupakan gempa bumi dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 km (h ≤ 60 km), 1 (satu) kejadian gempa bumi menengah dengan kedalaman (60 km ≤ h < 300 km) dan tidak ada
kejadian gempa bumi dalam dengan kedalaman ≥ 300 km.
Magnitudo terbesar yang tercatat adalah 4.5 SR dan magnitudo terkecil yang tercatat adalah 1.3 SR.
Pada periode ini tidak terekam gempa bumi dirasakan.
Dari peta distribusi epicenter gempa bumi periode 18-24 Februari 2022, terlihat 16 (enam belas) kejadian gempa bumi terjadi di laut tersebar di selatan pulau Jawa dan 4 (empat) kejadian
gempa bumi terjadi di darat.
Epicenter gempa bumi yang terjadi di laut yang tersebar di selatan Pulau
Jawa sebagai akibat dari subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia.
Sedangkan gempa bumi dangkal yang terjadi di darat sebagai akibat dari pergerakan patahan lokal di daerah tersebut.
Dari gambar grafik frekuensi gempa bumi harian, terlihat bahwa kejadian gempa bumi terbanyak terekam pada tanggal 24 Februari 2022 dengan jumlah kejadian gempa bumi yaitu 5 (lima) kejadian gempa bumi, sedangkan kejadian gempa bumi paling rendah tercatat pada tanggal 22
Februari 2022 yaitu 1 (satu) kejadian.
Pada periode 18-24 Februari 2022 di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya terjadi 20 (dua puluh)
kejadian gempa bumi dan tidak ada kejadian gempa bumi signifikan dirasakan.
Magnitudo terbesar pada periode ini adalah 4.5 SR dan magnitudo terkecil yaitu 1.3 SR. Pada periode ini terdapat 19 kejadian gempa bumi dangkal, 1 kejadian gempa bumi menengah dan tidak ada kejadian gempa bumi dalam.
Ada tiga gempa terbesar skalanya yakni meliputi : terjadi pada 19/2/2022 berkekuatan 4.5 SR
di 122 Km Tenggara Cilacap. Pada 21/2/2022 berkekuatan 3.5 SR
di 80 Km Tenggara
Pacitan. Dan pada 21/2/2022 berkekuatan 3.5 SR
di 119 Km Barat Daya Jember.
“Kejadian gempa bumi terbanyak terekam pada tanggal 24 Februari 2022 dengan jumlah kejadian gempa bumi yaitu 5 kejadian gempa bumi. Kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal,” pungkasnya. (Had)





