Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang sekaligus Ketua Fraksi NasDem, Amarta Faza, ST., M.Sos, (kemeja abu-abu berkopiah), menunjukkan perhatian serius terhadap aspirasi mahasiswa dan masyarakat serta pencarian solusi.
Beritamalang.media – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang sekaligus Ketua Fraksi NasDem, Amarta Faza, ST., M.Sos, menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat hubungan antara legislatif dan generasi muda. Dalam pernyataan terbarunya, Faza menerima langsung aspirasi dari rekan-rekan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabupaten Malang, sebagai bentuk keterbukaan DPRD terhadap suara dan gagasan mahasiswa.
“Aspirasi yang disampaikan oleh BEM akan diteruskan kepada DPR RI, Presiden, dan Kapolri,” tuturnya.
Faza menegaskan bahwa DPRD memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk menjadi penghubung antara masyarakat—terutama kalangan muda—dengan pemerintah pusat. Ia menyebut bahwa partisipasi aktif mahasiswa adalah bagian penting dalam proses demokrasi yang sehat dan inklusif.
Menanggapi peristiwa meninggalnya Saudara Affan, driver ojol yang kini menjadi sorotan publik, Faza menyampaikan duka cita yang mendalam. Ia menyatakan bahwa suara mahasiswa yang disampaikan melalui lima tuntutan BEM Kabupaten Malang tidak boleh diabaikan.
“Kami mendorong agar proses hukum terkait peristiwa ini dilakukan secara transparan, tuntas, dan akuntabel. Selain itu, penting bagi kita mendorong reformasi sistem keamanan publik agar aparat bertugas secara profesional, humanis, dan senantiasa menjunjung tinggi prinsip-prinsip HAM,” tegasnya.
Terkait isu kesejahteraan guru honorer dan tenaga kesehatan P3K, Fraksi NasDem berpandangan bahwa keduanya merupakan pilar penting dalam pembangunan daerah. Faza menyebut guru honorer sebagai garda depan pendidikan, dan tenaga kesehatan P3K sebagai ujung tombak layanan kesehatan masyarakat yang layak mendapatkan perhatian dan perlindungan dari negara.
Sebagai Ketua Komisi I sekaligus Ketua Fraksi NasDem, Faza menegaskan bahwa kritik dan aspirasi mahasiswa adalah energi bagi demokrasi. Ia berkomitmen untuk mengawal suara BEM Kabupaten Malang secara serius, tidak berhenti hanya di forum pertemuan, melainkan dibawa ke ranah kebijakan di tingkat yang lebih tinggi.
“Kami tidak ingin peristiwa ini berlalu begitu saja tanpa pembelajaran dan perbaikan sistemik. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk terus mengawal proses ini secara kritis namun konstruktif. Fraksi NasDem membuka ruang dialog seluas-luasnya, karena kami percaya bahwa perubahan tidak lahir dari keheningan, melainkan dari keberanian menyuarakan kebenaran,” ujarnya.
Faza menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa DPRD bukan hanya lembaga formal, tetapi juga ruang perjuangan bagi aspirasi rakyat. Ia percaya bahwa dengan dialog terbuka dan sikap saling menghargai, keadilan sosial, keamanan publik yang humanis, dan kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan bersama.





